Etika Persepsi Masyarakat Terhadap Revitalisasi Halte BRT
DOI:
https://doi.org/10.9744/jdip.4.2.33-42Keywords:
Revitalisasi Halte, Fasilitas, Kualitas, Kepuasan PelangganAbstract
Latar belakang penelitian ini adalah halte Bundaran HI dan M.H Thamrin yang telah direvitalisasi oleh pemerintah terlihat lebih modern dari sebelumnya dan melupakan fungsi sebenarnya dari halte, menjadi sempit dan tidak nyaman oleh para pengguna jasa, tidak hanya sebagai akses untuk BRT tetapi juga dimanfaatkan untuk kepentingan komersial seperti tempat berfoto dan wisata. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas penumpang BRT, menentukan tingkat kepuasan pelanggan yang berpengaruh terhadap layanan BRT, dan menentukan persepsi masyarakat pengguna BRT terhadap revitalisasi halte. Metode yang dipilih untuk menganalisa data adalah kuantitatif dengan metode statistik deskriptif dan diuji dengan statistik inferensial menggunakan uji statistik non parametris dengan Uji T. Sedangkan untuk menguji kepuasan pelanggan menggunakan skala likert.
Hasil penelitian yang didapatkan yaitu diuji dengan Uji T dimana nilai Asymp. Sig sebesar 0,0001 lebih kecil dari probabilitas 0,05 yang mana artinya terdapat pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas penumpang BRT. Tingkat kepuasan pelanggan sebesar 34% adalah pernyataan tidak puas/kurang baik. Persepsi masyarakat terhadap revitalisasi halte Bundaran HI dinilai kurang setuju karena adanya tempat berjualan dan petugas keamanan yang kurang tanggap terhadap situasi darurat. Rekomendasi kedepan untuk pemerintah terhadap halte bahwa tidak perlu dibangun secara berlebihan dan mewah, pembangunan halte sebaiknya cukup terpenuhi fasilitas utama dan pendukung serta memperhatikan kepuasan pelanggan agar menjadi daya tarik penggunaan transportasi publik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


