Perancangan Mesin Pengering untuk Pembuatan Simplisia pada Usaha Mikro “C”
DOI:
https://doi.org/10.9744/jdip.4.2.25-32Keywords:
Perancangan, Pengering, Simplisia, Energi, Usaha MikroAbstract
Usaha Mikro “C” di Kecamatan Trawas, Mojokerto, berencana mengembangkan produk varian baru berupa jahe loose leaf tanpa gula untuk meningkatkan omzet dan mendukung gaya hidup sehat konsumen. Namun, proses produksinya terkendala oleh ketiadaan mesin pengering yang higienis dan efisien untuk memproses bahan baku jahe menjadi simplisia tanpa merusak kandungan zat aktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan energi panas dan merancang mekanisme mesin pengering tipe konveksi rotary dryer dengan kapasitas minimal 12 kg dalam waktu maksimal 10 jam. Perancangan dilakukan melalui analisis kebutuhan termal dan mekanik. Parameter proses ditetapkan dengan suhu pengeringan maksimal 55 °C untuk mencegah degradasi senyawa berkhasiat. Perhitungan meliputi massa air yang diuapkan, energi sensibel, energi laten, efisiensi termal, debit udara panas, serta dimensi silinder drum pengering. Untuk mengeringkan 12 kg jahe segar dari kadar air 95% menjadi 10%, massa air yang harus diuapkan adalah 11,33 kg dengan laju penguapan 1,133 kg/jam. Kebutuhan energi panas bersih tercatat sebesar 28.283,96 kJ. Dengan asumsi efisiensi mesin 60%, total energi kotor yang disuplai oleh gas LPG adalah 47.139,93 kJ, yang setara dengan konsumsi bahan bakar sebesar 0,873 kg. Kebutuhan debit udara panas disuplai oleh blower sentrifugal berkapasitas 70 cfm. Spesifikasi fisik drum pengering menggunakan material Stainless Steel 304 dengan diameter dalam 36 cm, panjang 70 cm, dan tingkat pengisian optimum 15%. Rancangan mesin rotary dryer ini mampu beroperasi secara kontinu, menghasilkan pengeringan yang seragam, serta sangat ekonomis dan ideal untuk diterapkan pada skala usaha mikro karena konsumsi bahan bakar yang rendah.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


